Table of Contents
Persija Jakarta resmi mengambil langkah strategis dalam membangun fondasi tim yang solid menyongsong musim Super League 2026/2027. Manajemen Macan Kemayoran secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak bagi dua pemain vitalnya, yakni penyerang haus gol Eksel Runtukahu dan bek muda berbakat Dia Syayid. Keputusan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sinyal kuat bahwa Persija di bawah komando pelatih anyar, Shin Tae-yong, sedang melakukan transformasi besar-besaran untuk mengembalikan kejayaan klub di kancah sepak bola nasional.
Eksel Runtukahu: Ujung Tombak yang Teruji
Perpanjangan kontrak Eksel Runtukahu hingga musim depan merupakan apresiasi nyata atas performa impresifnya sepanjang musim 2025/2026. Dalam lanskap sepak bola Indonesia yang sering kali didominasi oleh penyerang asing, Eksel mampu mendobrak batasan tersebut. Ia sukses menasbihkan diri sebagai penyerang lokal tertajam dengan catatan enam gol dari 23 penampilan.
Angka tersebut mungkin terlihat sederhana bagi beberapa pihak, namun jika dibedah lebih dalam, efektivitas Eksel di depan gawang sangat krusial bagi Persija. Ia tidak hanya sekadar mencetak gol, tetapi ia mencetak gol di saat-saat krusial melawan tim-tim besar seperti Arema FC, Persebaya Surabaya, Persis Solo, dan Persik Kediri. Statistik mencatat bahwa ia melepaskan 33 tembakan, di mana 18 di antaranya tepat sasaran (shots on target). Hal ini membuktikan bahwa Eksel memiliki ketenangan dan akurasi yang di atas rata-rata pemain lokal lainnya.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa kepercayaan manajemen kepada Eksel bukan tanpa alasan. "Musim lalu Eksel dapat menjawab kepercayaan kami dengan baik. Kami sangat mengapresiasinya. Kini, kami sepakat untuk terus melanjutkan kebersamaan dan berharap Eksel hadir di musim depan dengan level permainan yang lebih tinggi," ujar Prapanca. Di bawah sentuhan taktik Shin Tae-yong yang dikenal menuntut kedisiplinan tinggi dan stamina prima, Eksel diprediksi akan menjadi ujung tombak yang lebih mematikan dalam skema serangan balik cepat maupun high-pressing.
Dia Syayid: Proyek Jangka Panjang Macan Kemayoran
Jika Eksel adalah mesin gol saat ini, maka Dia Syayid adalah investasi jangka panjang untuk pertahanan Persija. Pemain muda lulusan Persija Elite Pro Academy (EPA) ini resmi diikat kontrak hingga Juni 2028. Keputusan untuk mengunci Dias dalam durasi kontrak jangka panjang mencerminkan visi manajemen dalam melakukan regenerasi pemain di sektor pertahanan.
Perjalanan karier Dias memang cukup unik. Setelah sempat dipinjamkan ke PSS Sleman pada pertengahan musim 2024/2025 guna mencari menit bermain, ia kembali ke Jakarta dengan mentalitas yang lebih matang. Meskipun musim lalu ia hanya mencatatkan dua penampilan, dampak kehadirannya sangat terasa. Saat diturunkan sebagai starter melawan Semen Padang, ia menunjukkan ketenangan yang jarang dimiliki pemain berusia 21 tahun.
Prapanca meyakini bahwa Dias adalah masa depan Persija. "Dia Syayid terus menunjukkan perkembangan positif bersama Persija. Perpanjangan kontrak ini merupakan bentuk kepercayaan klub terhadap potensi yang ada dalam dirinya," tambahnya. Dengan berada satu tim bersama bek-bek kelas dunia seperti Jordi Amat dan pilar timnas Rizky Ridho, Dias berada di lingkungan yang tepat untuk menyerap ilmu dan pengalaman, yang nantinya akan membentuknya menjadi bek tangguh di masa depan.
Menata Kepingan Puzzle di Era Shin Tae-yong
Langkah Persija memperpanjang kontrak Eksel dan Dias adalah bagian dari rencana besar menyambut era Shin Tae-yong. Setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala, pria asal Korea Selatan tersebut langsung meminta manajemen untuk memetakan pemain yang masuk dalam skema permainannya.
Kehadiran STY membawa angin segar sekaligus tuntutan baru bagi seluruh pemain. Persija saat ini tidak hanya bicara tentang menang, tetapi tentang bagaimana membangun identitas sepak bola modern yang mengandalkan transisi cepat dan fisik yang kuat. Strategi ini sudah mulai terlihat dengan langkah manajemen yang juga mempertahankan pilar kunci seperti Rizky Ridho dan Dony Tri Pamungkas, serta mendatangkan Victor Dethan dari PSM Makassar untuk memperkuat lini serang sayap.
Analisis Dampak: Mengapa Keputusan Ini Krusial?
Langkah Persija ini memiliki dampak yang luas bagi peta persaingan Super League musim depan. Pertama, dengan mengamankan pemain kunci lebih awal, Persija meminimalisir risiko "pembajakan" oleh klub rival yang juga tengah berbenah. Kedua, stabilitas skuad menjadi kunci utama dalam membangun chemistry. Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang sangat mengutamakan kekompakan tim di atas individu. Dengan mempertahankan kerangka tim yang sudah ada, proses adaptasi taktik STY diharapkan berjalan lebih cepat.
Selain itu, keberhasilan mempertahankan pemain seperti Eksel dan Dias memberikan pesan positif bagi para pemain muda di akademi. Bahwa jika mereka bekerja keras dan menunjukkan performa konsisten, Persija adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan karier profesional mereka. Ini adalah bentuk budaya klub yang sehat, di mana senioritas dan potensi muda berjalan beriringan.
Menuju Target Juara
Persija Jakarta sadar betul bahwa tantangan di Super League 2026/2027 akan jauh lebih berat. Kompetisi semakin ketat dengan setiap klub memperkuat lini pertahanan dan serangan mereka. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun—kombinasi pemain berpengalaman seperti Jordi Amat, pemain timnas seperti Rizky Ridho, penyerang tajam seperti Eksel, dan talenta muda seperti Dia Syayid—Persija tampak siap untuk kembali merajai kompetisi.
Dukungan penuh dari manajemen, ditambah dengan taktik disiplin dari Shin Tae-yong, menjadi modal utama Macan Kemayoran. Para pendukung, Jakmania, tentu berharap bahwa perpanjangan kontrak ini adalah langkah awal menuju pesta juara. Konsistensi, kerja keras, dan visi yang terarah adalah harga mati yang harus dibayar oleh setiap pemain jika ingin melihat Persija berdiri di podium tertinggi.
Dengan sisa waktu sebelum kick-off musim baru dimulai, manajemen Persija diprediksi masih akan terus bergerak aktif di bursa transfer. Rumor mengenai kesepakatan personal dengan gelandang asal Bosnia, Stjepan Loncar, menjadi bukti nyata bahwa Macan Kemayoran tidak main-main dalam membangun skuad yang kompetitif di level Asia.
Secara keseluruhan, langkah strategis yang diambil Persija Jakarta ini merupakan pertanda baik. Mempertahankan aset berharga dan menyempurnakannya dengan tambahan pemain baru berkualitas adalah resep klasik yang seringkali membawa klub pada kesuksesan. Kini, publik sepak bola tanah air hanya tinggal menunggu pembuktian di atas lapangan hijau, di mana Eksel Runtukahu, Dia Syayid, dan kawan-kawan akan berjuang demi lambang Monas di dada di bawah komando Shin Tae-yong. Musim 2026/2027 akan menjadi panggung pembuktian apakah kebijakan ini mampu membawa Persija kembali ke puncak kejayaan.
