Totalsports.id – Madura United semakin dekat dengan jurang degradasi, imbas kekalahan 1-2 saat dijamu PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (17/5/2026).
PSIM unggul 2 gol beruntun melalui Ezequiel Vidal menit 18 dan Muhammad Iqbal (34). Sayang, lesakan Junior Brandao menit 62 gagal disusul gol berikutnya meski tim tamu bermain apik sepanjang paruh kedua.
Hasil yang membuat posisi tim Laskar Sape Kerrab tak beranjak dari urutan 15 klasemen BRI Super League 2025/26 dengan 32 poin, diatas Persis Solo (31), Semen Padang (20) dan PSBS Biak (18).

Foto : pemain Madura United mengibarkan bendera Merah Putih sekaligus memperingati HUT RI ke-80 (c)ileague.id
Tak ayal, laga pemungkas menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan (23/5/2026) nanti wajib dimenangi. Jika imbang atau kalah, maka anak asuh Rakhmad Basuki bergantung pada hasil Persis Solo.
“Tentu tidak bagus kalau harus bergantung kepada hasil tim lain. Maka dari itu, kami mesti berjuang atas nasib sendiri,” tutur Presiden Madura United, Achsanul Qosasi kepada sejumlah jurnalis di Yogyakarta.
“Ini lah saatnya bagi suporter untuk menunjukkan dukungannya kepada tim. Saya berharap suporter datang mendukung dan membesarkan hati pemain,” sambung AQ, sapaan karib dia.

Foto : Achsanul Qosasi beri suport kepada pemain (c)X-MaduraUnitedFC
Ya, Madura United memang wajib fight untuk menentukan nasibnya sendiri. Kemenangan atas PSM berujung 35 poin dan tak akan terpengaruh apapun hasil Persis Solo atas Persita Tangerang.
“Saya minta kepada semua pemain untuk mengerahkan kemampuan terbaik untuk Madura United. Harus tampil habis-habisan, semoga dapat keberuntungan,” jelas AQ.
Baca Juga : 1 Slot Degradasi Sisakan Persis-Madura United
Madura United Legawa

Foto : peran Lulinha semakin penting di lini serang (c)Media-MaduraUnitedFC
Kendati sangat berharap untuk menang dan bertahan di Super League, tapi Achsanul Qosasi juga tak memungkiri jika memang kemungkinan terburuknya adalah turun kasta.
“Dinamika di sepak bola kita maknai, ada faktor luck (keberuntungan), kesalahan ambil keputusan, bisa dari manajemen, semua bisa terjadi. Tapi saya tegaskan, tidak ada masalah apapun di tim ini,” ucap pendiri Madura United pada 2016 silam tersebut.
Lagipula, AQ juga sudah belajar bagaimana bersikap legawa ketika timnya harus terdegradasi. Yaitu ketika masih memegang Persepam Madura United pada kompetisi ISL musim 2014 silam.
“Pernah mengalami hal demikian dan menjadi pelajaran berharga. Pemain bisa datang dan pergi, tapi klub ini akan tetap ada di Madura, baik bertahan di Super League atau harus berlaga di Championship musim depan,” tutup AQ.
Baca Juga : Review Pekan 32 Super League : Ketat Di Ujung
