Totalsports.id – Publik sepak bola Malang Raya dan nasional baru saja berduka, menyusul kepergian Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro pada Minggu (18/1/2026).
Coach Kuncoro tumbang ketika berkegiatan fun football bersama sejumlah kolega di Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu sore. Giat itu digelar dalam rangka memperingati 100 tahun Stadion Gajayana.
Sebagaimana Almarhum Pelatih Deltras FC, Bejo Soegijantoro di tengah kegiatan fun football di Surabaya, Selasa (25/2/2025) lalu. Coach Kuncoro juga menghembuskan nafas terakhirnya di lapangan hijau.
Kabar duka yang mendadak ini jelas terasa pahit bagi Tim Singo Edan, di tengah persiapan tim jelang putaran dua BRI Super League 2025/26. Terlebih, beliau dikenal sebagai sosok pelatih yang dekat dengan pemain.

Foto : Julian Guevara dan rekan setim saat jelang pertandingan (c)Media-AremaFC
Loyalitasnya di klub berlogo singa jelas tak perlu diragukan. Selepas gantung sepatu, Coach Kuncoro menjadi bagian tim kepelatihan Arema FC sejak 2011 silam hingga meninggal dunia di usia 52 tahun.
Hal ini lah yang lantas diusung Tim Singo Edan dalam mengarungi 17 jadwal pertandingan sisa putaran dua Super League. Loyalitas, sikap ngeyel dan pantang menyerah bakal jadi spirit tinggi Dendi Santoso dkk.
“Tentu kita semua sangat berduka dan kehilangan. Tetapi kita tidak boleh berhenti dan melangkah ke depan,” tutur General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi dalam cuplikan video di Instagram klub.
“Coach Kuncoro meninggalkan banyak legacy. Kita juga akan bergerak atas nama beliau, jadikan itu sebagai semangat,” imbuh dia.
Baca Juga : Mengenang Bejo Soegijantoro, Legenda Yang Berpulang
Representasi Arema

Foto : Almarhum Kuncoro saat melatih tim (c)aremafc.com
Semasa hidup, Almarhum Kuncoro memang dikenal sebagai petarung di lini tengah permainan. Karakternya sebagai representasi Arema, yakni bermain keras, ngeyel dan pantang menyerah.
Kuncoro memulai karir sebagai pesepak bola profesional untuk klub kebanggaan Arek Malang pada 1991 hingga 1996 dan menjadi bagian tim saat menjuarai Galatama 1992/93.
Dia lantas jadi andalan Asyabaab Salim Group Surabaya pada 1996/97, lalu ke Mitra Surabaya (1997/98), Persija Jakarta (1998/99), Persema Malang (1999) dan menjuarai Liga Indonesia Divisi Utama bersama PSM Makassar (2000).
Sempat kembali ke Arema tahun 2001, Kuncoro lalu memperkuat Gelora Putra Delta Sidoarjo (2002), Perseden Denpasar (2003) dan kembali menjuarai Liga Indonesia Divisi Utama musim 2003 bersama Persik Kediri.
Di penghujung karir, Almarhum Kuncoro membela Persijap Jepara (2004), Persegi Gianyar (2005-2006), Persipro Probolinggo (2007), PSIR Rembang (2008), PS Mojokerto Putra (2009) dan Persikubar Kutai Barat (2010).
Coach Kuncoro lantas mengisi tim kepelatihan tim Singo Edan sejak 2011. Pelatih yang kini menggenggam lisensi AFC A itu juga jadi bagian Arema FC ketika menjuarai Piala Presiden 2017, 2019, 2022 dan 2024.
Baca Juga : Arema FC Pungkasi Puasa 3 Poin Secara Dramatis
