Home SepakbolaAjukan Protes ke PSSI, NZR Sumbersari Sesalkan Keputusan Perangkat Pertandingan

Ajukan Protes ke PSSI, NZR Sumbersari Sesalkan Keputusan Perangkat Pertandingan

by Hafidh Sabqi
0 comments Aksi Al Haqi Totti saat melawan Tri Brata Raflesia. (C) media NZR Sumbersari.

Totalsports.id – Laga Tri Brata Raflesia melawan NZR Sumbersari menuai banyak kontroversi. Sempat dua kali ditunda pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 2-2. Buntutnya manajemen NZR Sumbersari secara resmi melayangkan surat protes ke PSSI.

Dalam surat protes tersebut manajemen NZR Sumbersari mempertanyakan perihal kesalahan jersey tim Tri Brata Raflesia. Akibat kesalahan tersebut pertandingan tertunda 50 menit. Bahkan Match Commisioner sempat membatalkan pertandingan tersebut.

Pembatalan pertandingan juga diumumkan langsung kepada seluruh penonton di Stadion Gajayana. Hal ini tentu membuat penonton kecewa karena pertandingan batal digelar. Namun tak selang beberapa lama keputusan tersebut dirubah kembali.

“Secara resmi kami sudah bersurat kepada PSSI, kepemimpinan Match Commisioner sangat merugikan. Karena ada keputusan pembatalan tim kami sudah bersiap untuk pulang. Tetapi keputusan tersebut diralat dan pertandingan dilanjutkan,” jelas Manajer NZR Sumbersari M. Hafis Iqbal.

Pembatalan pertandingan itu jelas berdampak pada kondisi mental pemain. Karena dengan keputusan tersebut seharusnya NZR Sumbersari sudah menang WO (Walk Out). Namun ketika pertandingan dilanjutkan jelas secara mental dan fisik kondisi pemain turun. “Jelas itu berdampak, karena pemain sudah merasa menang WO. Tetapi malah harus bermain dengan kondisi fisik yang dingin karena jeda lama,” terangnya.

Pihaknya juga mengajukan protes terkait dengan keputusan wasit Irvan Mardiana yang mengesahkan gol Ariesta Renaldo. Padahal jelas jila pemaim tersebut melakukan kontrol bola dengan tangan sebelah kanan. Belum lagi selama pertandingan tim Tri Brata Raflesia sempat membawa nama institusi.

“Ini seperti bukan pertandingan bola, kami tuan rumah tapi selalu mengalah. Bahkan sempat pelatih Tri Brata Raflesia mengatakan bahwa klubnya milik institusi,” ungkapnya

Surat protes yang diajukan memang tidak bisa merubah hasil pertandingan. Namun menjadi cara agar hal seperti ini tidak terjadi kembali. Karena ketegasan perangkat pertandingan jelas dibutuhkan.

Perangkat pertandingan juga harusnya bisa mengambil keputusan secara jelas. Jangan tergesa-gesa dan mudah di intervensi. Karena jelas akan merugikan tim yang bertanding.

“Perangkat harusnya bisa netral dan tegas, karena ada regulasi yang jadi acuan. Kalau seperti ini terus kompetisi tidak akan berkembang,” kecamnya.

NZR Sumbersari Fokus Dua Laga Sisa

Sementara itu Pelatih NZR Sumbersari Purwanto mengaku kecewa dengan keputusan perangkat pertandingan. Baik sebelum laga maupun saat pertandingan berlangsung. Sebab banyak keputusan yang merugikan timnya.

“Jelas sangat merugikan keputusan perangkat pertandingan. Terutama wasit yang mengesahkan gol kedua, termasuk kartu kuning untuk saya,” jelasnya.

Tim pelatih sendiri memilih untuk fokus pada dua laga sisa. Kejadian sebelumnya cukup menjadi pelajaran berharga bagi timnya. Jangan sampai hilang fokus hanya karena keputusan perangkat pertandingan.

“Masih ada dua laga sisa dan harus bisa ambil poin. Tidak ada kata seri atau kalah, kami harus bisa ambil tiga poin,” kata pria asli Lambung tersebut.

Purwanto mengatakan pemain juga memiliki tekat yang sama. Apalagi dalam pertemuan terakhir melawan Persekabpas Pasuruan di perebutan peringkat tiga Liga 3 Jawa Timur. Timnya mengalami kekalahan 3-1.

“Semua punya tekad untuk menang, kami harus balas kekalahan sebelumnya. Ini akan jadi tantangan untuk NZR Sumbersari. Tapi kami sudah siap untuk rebut tiga poin,” jelasnya.

Purwanto juga mengatakan jika saat ini timnya tidak bisa bergantung pada tim lain. Sehingga harus bisa berjuang sendiri. Kemenangan melawan Persekabpas Pasuruan akan memuluskan langkah NZR Sumbersari.

Sebab di pertandingan selanjutnya sudah ada Persedikab Kediri yang menanti. Tiga tim Jawa Timur akan saling bertemu di grup 8. Hal ini membuat persaingan mejadi ketat karena peluang untuk lolos masih sangat terbuka lebar.

“Jelas kami harus berjuang sendiri, tidak ada kata untuk menunggu hasil pertandingan lain. Semua tim punya target yang sama jadi tidak ada bergantung pada tim lain,” jelasnya.

Jika melihat peta persaingan maka pertandingan besok (14/5) akan menjadi penentu. Apalagi empat tim sama-sama memiliki poin satu. Sehingga tim yang bisa meraih tiga poin akan mendapat angin segar.  Apalagi pertandingan terakhir juga akan digelar secara bersamaan di tanggal 16 Mei mendatang.

Baca Juga: 

Laga Tunda Imbang, Persaingan Liga 3 Grup 8 Ditentukan Hingga Partai Akhir

You may also like

Leave a Comment