Home SepakbolaLiga 3 Putaran Nasional, Ini Dia 5 Klub Mantan Era Perserikatan

Liga 3 Putaran Nasional, Ini Dia 5 Klub Mantan Era Perserikatan

by Hafidh Sabqi
0 comments Liga 3 Putaran nasional babak 32 besar.

Totalsports- Sebelum adanya era Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 seperti saat ini. Pada medio 90-an kompetisi Indonesia dibagi menjadi dua. Yakni kompetisi perserikatan dan Galatama, keduanya dibedakan dari sisi pengelolaan klub. Untuk Galatama merupakan kompetisi bagi klub swasta. Sedangkan perserikatan merupakan klub dari masing-masing daerah yang didanai pemerintah.

 

Untuk membuat kompetisi makin bergengsi pada 1994 kedua dilebur menjadi satu. Hingga muncul Liga Indonesia untuk pertama kalinya. Saat ini ada beberapa klub era perserikatan yang masih eksis. Baik bermain di Liga 1, Liga 2 hingga Liga 3 yang akan memasuki putaran nasional.

 

Mari kita mengenal 5 klub Liga 3 yang merupakan warisan perserikatan dan pernah mentas di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ke lima klub tersebut akan berjuang untuk bisa kembali naik kasta musim ini.

 

Diantara 5 klub tersebut juga syarat akan sejarah dan pernah menggemparkan sepak bola Indonesia dengan prestasinya. Ini deratan klub tersebut Persikota Tangerang, Persitara Jakarta Utara, Persibo Bojonegoro, Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa.

 

Sejarah Panjang Klub Liga 3 Syarat Prestasi

 

  1. Persikota Tangerang

Tim yang berjuluk bayi ajaib ini sudah lama hilang dari peredaran sepak bola Indonesia. Sejak turun kasta ke Liga 3 Persikota Tangerang seakan sulit untuk kembali naik kasta. Padahal sejak didirakan pada tahun 1995 klub ini cukup eksis bahkan mengalahkan saudaranya Persita Tangerang.

Stadion Benteng yang merupakan kandang dari Persikota Tangerang juga terkenal angker. Banyak klub begitu susah untuk meraih poin di Stadion Benteng. Tak hanya memiliki nama besar, Persikota Tangerang juga menjadi gudang pemain nasional. Seperti Aliyudin, Yeyen Tumena, Jendri Pitoy hingga pelatih Rahmad Darmawan.

 

  1. Persitara Jakarta Utara

 

Laskar Si Pitung namanya sudah tenggelam terlalu lama di Liga 3 Indonesia. NJ Mania yang menjadi pendukung setianya seakan tak sabar melihat klub asal Jakarta Utara ini di kasta tertinggi. Jika dulu derby Jakarta syarat dengan gengsi, saat ini Persija Jakarta seakan kehilangan saudaranya.

 

Lebih dari satu dekade sudah Persitara Jakarta utara tertidur di kasta terbawah. Padahal di awal 2010 selalu ada derby Jakarta. Hingga pada tahun 2014 Persitara Jakarta Utara harus rela turun kasta. Stadion Kamal Muara yang menjadi kandang Persitara Jakarta Utara hilang dari terlinga pecinta bola Indonesia.

 

Persitara Jakarta Utara sejak lama memang dianggap anak tiri. Sebab, selalu Persija Jakarta yang mendapatkan hak istimewa. Namun, itu semua tidak menjadi halangan. Kini Persitara tengah berjuang untuk lepas dari Liga 3. Harapan itu akan dimulai pada akhir April mendatang.

 

  1. Persibo Bojonegoro

 

Laskar Angling Dharma akan menutaskan misinya untuk naik kasta musim ini. Setelah sekian lama hanya berkutat di Liga 3. Pada tahun 2023 asa itu seakan muncul setelah hadirnya manajemen baru.

 

Mantan juara Piala Indonesia ini sudah tak sabar untuk kembali ke kasta tertinggi. Sejak era dualisme kompetisi Persibo seperti dipaksa hilang. Mereka selalu kesulitan dalam hal pendanaan. Meski pernah menjadi salah satu raksasa, The Giant Killer julukan lain Persibo tak ada lagi.

 

Setelah sukses menjadi Juara Liga 3 Jawa Timur, Persibo memiliki target untuk segera naik kasta. Liga 2 menjadi sasaran awal untuk terus merangkak naik. Sama seperti saudaranya Persik Kediri yang pernah turun tapi kini mentas di kasta tertinggi. Persibo Bojonegoro ingin segera mewujudkannya.

 

  1. Persekabpas Pasuruan

 

Laskar Sakera seperti klub yang hidup segan mati tak mau. Sejak menjadi buah bibir di tahun 2006. Pesekabpas Pasuruan terus berkutat di Liga 3 hingga akhirnya tahun ini bisa tembus ke putaran nasional. Perjuangan yang cukup berat sejak APBD tidak lagi menjadi sumber pemasukan bagi klub.

 

Jika tahun 2006 banyak pemain terbaik berkumpul membawa nama Laskar Sakera. Kini klub kebanggaan masyarakat Pasuruan ini berusaha bangkit. Stadion Pogar akan kembali menjadi saksi perjuangan mereka menembus Liga 2.

 

  1. Permin Minahasa

 

Divisi Utama tahun 2006 menjadi salah satu cerita terbaik kiprah Persmin Minahasa. Bahkan di akhir kompetisi Persmin Minaha berada di peringkat ketiga dan mendapatkan penghargaan tim fair play.

 

Sama seperti klub perserikatan lainnya, masalah pendanaan menjadi biang kerok hancurnya cerita manis tersebut. Persmin Minahasa harus rela turun kasta ke Liga 3 untuk memulai perjuangannya kembali. Akankah tahun 2023 menjadi awal bagi Persmin Minahasa memulai petualangannya di Liga Indonesia.

Baca Juga :

Hasil Leg Pertama Perempat Final Liga Champions 2024: PSG Tumbang di Kandang, Madrid dan Man City Imbang

 

You may also like

Leave a Comment