Totalsports.id – Madura United belum bisa bernafas lega setelah gagal meraup poin pada laga home menjamu Borneo FC pada pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/2025.
Pasalnya, harapan untuk segera mengamankan eksistensi terbuang saat fase krusial. Bagaimana peluang emas untuk meraih poin melayang seketika pada menit 90+8.
Sayang, sepakan penalti Luiz Marcelo Morais alias Lulinha ditepis sempurna oleh Nadeo Arga Winata. Harapan untuk memaksakan satu poin melawan Borneo FC pun sirna.
“Saya sudah berpengalaman perihal penalti. Tapi terkadang ada yang jadi gol dan tidak. Itu hal normal dalam sepak bola,” tutur Lulinha saat press conferrence.
Madura United pun harus menyerah dengan skor 2-3 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (10/5/2025). Lulinha jelas menyesal, karena kalau saja penalti masuk, tentu ceritanya akan lain.

Foto : Lulinha jadi andalan tim Laskar Sape Kerrab (c)media-maduraunitedfc
“Tentu saya merasakan tekanan besar ketika akan mengambil penalti. Sudah tertinggal, peluang menit akhir dan harus meraih tiga poin,” beber winger alumni klub Serie A Brasil, Corinthians tersebut.
Borneo FC unggul lebih dulu melalui lesakan Mariano Peralta 2 menit tambahan waktu babak pertama. Sebelumnya pada menit 29, Matheus Sousa “Pato” juga mencetak gol tapi dianulir wasit karena off-side.
Namun, Madura United melakukan come back brilian dari gol Youssef Ezzejari menit 51 dan Taufik Hidayat (55). Ronaldo De Souza kemudian menyamakan skor jadi 2-2 dari gol menit 67.
Tensi laga yang tinggi membuat Borneo FC harus tampil dengan 10 pemain usai Alfharezzi Buffon diganjar kartu merah menit 80.
Lima menit sebelumnya, tim Pesut Etam mendapat penalti. Tapi wasit menilai Pato diving, sehingga penalti dibatalkan dan striker asal Brasil itu diganjar kartu kuning.
Stefano Lilipaly mengubah skor lewat gol menit 85 alias 7 menit masuk lapangan mengganti Ronaldo Pakpahan. Madura United pun kalah 2-3.
Baca Juga : PSIS Semarang Sudah Pasrah Turun Kasta Ke Liga 2
Situasi Sulit Madura United

Foto : Angel Alfredo Vera (c)media-maduraunitedfc
Kekalahan 2-3 menjamu Borneo FC jelas membuat Laskar Sape Kerrab mempersulit diri sendiri. Lantaran ancaman degradasi masih nyata dengan berposisi di urutan 13 berbekal 33 poin.
Situasi ini jelas membuat Madura United wajib sapu bersih pada 2 laga tersisa. Karena baik Persis Solo (32 poin) maupun Semen Padang FC dan Barito Putera (31) bisa menggeser.
“Mau tak mau kami harus berjuang hingga akhir untuk 2 pertandingan sisa, lawan Bali United (17/5/2025) dan PSS Sleman (25/5/2025),” ungkap Pelatih Madura United, Angel Alfredo Vera.
“Semua tim di (papan) bawah punya peluang yang sama. Jadi kami harus semangat untuk kejar poin,” pelatih yang mengalami degradasi saat membesut Persipura musim 2021/2022 itu menandaskan.
Baca Juga : Penuhi Syarat, 18 Klub Liga 1 Lolos Club Licensing
