Totalsports.id – PSIM Yogyakarta menyempurnakan prestasi dengan meraih trofi juara usai memenangi final Pegadaian Liga 2 2024/2025 di Stadion Manahan Solo, Rabu (26/2/2025).
Namun, perjuangan Laskar Mataram meraih trofi juara tidak berjalan mudah. Lantaran PSIM mesti menentukan kemenangan atas Bhayangkara FC hingga babak extra time.
Gol tendangan bebas Rafael Rodrigues pada menit 9 membuat 15 ribu suporter PSIM bergemuruh. Tapi pesta juara mesti tertunda lebih lama setelah gol Felipe Alves menit 71 membuat skor imbang 1-1.
PSIM lantas kembali unggul pada menit 96 melalui gol Rocken Saputra. Bhayangkara FC gagal menambah gol lagi hingga 120 menit, sehingga laga dimenangkan PSIM dengan skor 2-1.

Foto : situasi lapangan yang tergenang air di Stadion Manahan Solo (c)iansetiawan
“Bersyukur kami menuntaskan tugas di Liga 2 dengan baik. Gelar juara ini adalah bonus setelah memastikan promosi (ke Liga 1),” beber pelatih PSIM, Erwan Hendarwanto dalam press conferrence.
Partai final Liga 2 itu sempat terhenti saat babak kedua baru berjalan 18 detik. Hujan deras yang terus mengguyur Kota Solo membut hampir seluruh penjuru lapangan tergenang air.
Setelah ditunda 2×30 menit sesuai regulasi, air berangsur surut seiring rintiknya hujan dan pengerahan petugas drainase. Pertandingan pun dilanjutkan setelah terhenti selama 1 jam 17 menit.
“Pertandingan luar biasa, berjalan menarik. Ini hiburan yang bagus untuk masyarakat sepak bola Indonesia. Selamat kepada PSIM meraih juara Liga 2,” papar juru taktik Bhayangkara FC, Hanim Sugiarto.
Baca Juga : Pesta Gol, Persibo Tentukan Nasib Di Papua
Kuota Promosi Liga 2

Foto : Persijap Jepara meraih tiket play-off promosi usai mengalahkan PSPS (c)instagram-persijap_jepara
Sebelumnya, Persijap menjadi tim ketiga yang melengkapi kuota promosi ke Liga 1 musim depan. Laskar Kalinyamat memenangi duel play-off menjamu PSPS Riau, Selasa (25/2/2025).
Gol Leonardo Lelis pada menit 85 menjadi satu-satunya pembeda hasil akhir di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Persijap menutup duel perebutan satu tiket promosi itu dengan kemenangan 1-0.
Persijap pun come back ke kompetisi sepak bola profesional tanah air setelah 11 tahun. Terakhir kali Persijap di kasta tertinggi adalah saat Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.
Hasil ini jelas sangat mengecewakan bagi PSPS. Ini untuk kesekian kalinya Asykar Bertuah gagal promosi sejak degradasi dari Kompetisi ISL 2013 lalu.
Baca Juga : Peraih Top Skor EPA Liga 1 U-16 Ingin Terus Berkembang
