Totalsports.id – Persebaya harus gigit jari seusai 2 poinnya hilang saat menjamu PSIS Semarang pada pekan ke-27 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Rabu (12/3/2025).
Misi mengamankan poin penuh begitu meenggelora karena tim Bajul Ijo berpeluang menduduki runner-up klasemen seiring kekalahan Dewa United 0-1 dari Borneo FC.
Gol Francisco Rivera pada ujung babak pertama menumbuhkan optimisme itu. Ribuan suporter Persebaya bahkan sudah bersiap full senyum karena skor 1-0 tak berubah hingga 90 menit.
Tapi, drama kemudian terjadi hanya dalam waktu puluhan detik saja. Situasi ini terjadi saat Oktafianus Fernando alias Ofan lolos off-side dan sudah berada one on one dengan kiper PSIS, Syahrul Trisna pada menit 90+4.
Namun, tendangan Ofan melebar dan gagal melakukan killing the game. PSIS kemudian melakukan serangan balik cepat dan berujung pada sepak pojok yang dieksekusi secara cepat.

Foto : Oktafianus Fernando (c)persebaya.id
Septian David Maulana lalu meneruskan bola corner secara mulus ke gawang Persebaya. Gol kapten tim Mahesa Jenar itu lantas merubah skor akhir menjadi imbang 1-1.
Tak pelak, hasil ini membuat Ofan jadi sasaran kambing hitam. Namun, midfielder yang mengantar Persebaya menjuarai Liga 2 2017 itu bersikap sportif dengan maju pada sesi press conferrence.
“Tidak ada yang masalah untuk permainan Persebaya. Tim sudah bermain bagus, bisa dilihat seperti apa di lapangan. Kesalahan ada pada saya,” tutur Ofan.
Seusai peluit panjang, Ofan tampak sangat terpukul. Tapi dia mendapatkan dukungan dari rekan setim maupun para pemain PSIS, tim yang notabene pernah dibelanya periode 2022-2023 lalu.
“Untuk pecinta Persebaya dan suporter semua, saya siap untuk mengambil tanggung jawab. Saya siap disalahkan,” kakak kandung andalan timnas Indonesia, Marselino Ferdinan itu menambahkan.
Baca Juga : 2 Tim Melempem Akibat Laga Kandang Tanpa Penonton
Persebaya Tak Salahkan Ofan

Foto : Paul Munster (c)Xpersebayaupdate
Hasil imbang 1-1 menjamu PSIS jelas sebuah kerugian besar. Tim Bajul Ijo tertahan di peringkat 3 klasemen dengan 48 poin, dibawah Persib Bandung (57 poin) dan Dewa United (49).
“Kalau saja menang, maka kami bisa menempati posisi 2 besar klasemen. Tentu kecewa dengan hasil imbang ini, tapi itu lah sepak bola,” ucap pelatih Persebaya, Paul Munster.
Kendati demikian, juru taktik asal Irlandia Utara itu enggan menyalahkan Oktafianus Fernando (Ofan) karena kegagalan memanfaatkan peluang emas menjadi gol, sebelum dibalas gol oleh PSIS.
“Tidak boleh saling menyalahkan, kami akan tetap mendukung Ofan. Pelajaran penting, ke depan kami harus lebih fokus lagi pada menit-menit akhir,” tambah dia.
Baca Juga : Persik Boyongan Ke Blitar Imbas 2 Kali Mati Lampu
