Totalsports.id – Persebaya memetik poin yang sangat penting dalam laga away kali ini menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat (24/10/2025).
Meski cuma satu poin, tapi itu rasanya sudah seperti kemenangan. Terlebih, hasil imbang 0-0 dibawa pulang Bruno Moreira dkk dengan ketimpangan 2 pemain selama dua pertiga pertandingan.
Laga awalnya berlangsung menarik lantaran kedua tim berkepentingan untuk menang dalam mendongkrak posisi di klasemen BRI Super League 2025/26. Namun, semua rencana matang berubah pada menit 30.
Leonardo Lelis diganjar kartu merah karena tekelnya dianggap berbahaya dan berpotensi mencederai lawan. Tim Bajul Ijo kemudian memasukkan Mikael Tata menit 36 agar permainan lebih stabil.

Foto : Striker Persebaya, Mihailo Perovic bekerja keras (c)Media-PersebayaSurabaya
Tapi apesnya, Tata diganjar kartu kuning kedua pada menit 45 setelah menit 39. Jadi lah, Persebaya mesti berjuang dengan 9 pemain melawan 11 pemain PSBS yang lapar kemenangan.
Tertinggal 2 pemain tak otomatis membuat anak asuh Eduardo Perez bertahan. Buktinya, ada shoot on goal meski baru tercipta pada menit 73, melalui serangan balik.
Persebaya menemukan momentum bagus pada menit 76, saat Nurhidayat Haris kena kartu kuning kedua. Namun dari segelintir peluang, hasil akhir tetap imbang 0-0.
“Tentu tidak senang mengambil 1 poin, karena target adalah 3 poin. Tapi dengan 9 pemain yang kerja sangat keras, hasil ini sangat bagus dan apresiasi untuk semua rekan setim,” bilang Playmaker Persebaya, Franciaco Rivera dalam konferensi pers.
Baca Juga : Review Pekan 9 Super League : Poinnya Tim Tamu
PSBS Frustasi Ketangguhan Persebaya

Foto : Divaldo Alves (jas hitam) bersama ofisial tim PSBS Biak (c)ileague.id
Secara logika, seharusnya PSBS tanpa kesulitan menyarangkan gol saat pemain lawan 2 kali kena kartu merah. Tetapi fakta di lapangan berbeda jauh dengan prediksi secara kertas.
PSBS justru tampak frustasi dengan seabrek peluang yang justru gagal karena ketangguhan Persebaya. Khususnya sang kiper, Ernando Ari yang tampil sangat gemilang dengan 10 kali save menurut situs I-League.
“Saya memberi apresiasi tinggi kepada Ernando, yang melakukan aksi save terhadap hampir semua peluang gol tim kami. Juga kepada 2 bek Persebaya,” ucap Pelatih PSBS Biak, Divaldo Alves.
Divaldo juga sangat kecewa terhadap hasil akhir. Bagaimana hasil imbang tak mengangkat posisi tim berjulukan Napi Bongkar masih di zona degradasi dengan hanya mengais 6 angka dari 8 pertandingan.
“Sangat kecewa dengan hasil. Seharusnya kami bisa mencetak gol, tapi tidak bisa manfaatkan peluang itu meski sudah unggul dua pemain,” tambah eks Pelatih Persebaya, Persik Kediri dan Persita Tangerang itu.
Baca Juga : PSIM Tak Lagi Spesial, PSBS Menengok Sejarah
