Totalsports.id – Sriwijaya FC (SFC) akhirnya resmi terdegradasi dari Pegadaian Championship 2025/26. Kepastian itu menyusul kekalahan telak 0-3 saat dijamu Sumsel United, Sabtu (28/2/2026).
Tiga gol Octovianus Kapisa menit 5, Jacinto Cabral (22) dan Muchlishin Azis (64) jadi pembeda hasil akhir laga di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang.
Yang ironis, SFC degradasi terjadi di GSJ, yang notabene markas kebanggaan. Namun pada musim ini, Laskar Wong Kito mesti berbagi kandang dengan Sumsel United, klub baru hasil akuisisi Persikas Subang.
Sriwijaya FC yang hanya mengantongi 2 angka sepanjang kompetisi, dipastikan turun kasta. SFC tak bakal bisa menyusul perolehan 22 poin milik Persekat Tegal dengan 6 laga tersisa.

Foto : bek SFC saat mengawal striker Persiraja, Connor Fylnn Gillespie (c)ileague.id
Tim asuhan Iwan Setiawan jadi tim pertama akan berlaga di Liga Nusantara dari Championship. Sedangkan 2 tim lain adalah peringkat 10 Grup 2 dan tim yang kalah dalan play-off degradasi antara peringkat 9.
“Kondisinya sampai saat mau memulai putaran ketiga, rasanya udah kecil kemungkinan bisa bertahan. Rasanya mustahil kalau kita bisa memenangkan dari awal,” ujar Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan.
Alih-alih bertahan, naik satu peringkat saja sudah mustahil bagi SFC akibat jarak poin yang terlalu jauh. Secara total, Laskar Wong Kito tak mampu sekalipun menang nhanya 2 kali imbang dan 19 kali kalah dari 21 laga, mencatat agregat minus 61 gol (14-75).
“Tapi saya pikir ini tawaran yang hebat karena saya tahu ini adalah tim yang Sriwijaya FC adalah tim yang hebat, punya sejarah hebat. Dan saya tahu tim ini didukung oleh suporter yang hebat,” bilang Iwan.
Problem Sriwijaya FC

Foto : Kiper Sriwijaya FC terpukul atas hasil negatif tim (c)instagram-sriwijayafc.id
Dari awal musim, langkah SFC memang kurang mantap dalam mengarungi kompetisi. Achmad Zulkifli didepak dari posisi pelatih awal Oktober 2025, lantaran hanya membawa tim meraih 1 poin dari 1 kali imbang dari 5 laga.
Budi Sudarsono lalu hadir sebagai head coach. Striker legendaris Indonesia ini juga hanya mampu meraih 1 angka dan selebihnya kalah, termasuk ketika dilumat Adhyaksa FC 15 gol tanpa balas.
Krisis finansial jadi faktor terkuat dibalik problem eks klub papan atas ISL ini. Bahkan, Sriwijaya FC sempat viral di publik sepak bola tanah air karena menjalani away ke markas Persekat Tegal menggunakan bus dari Palembang (10/1/2026).
Sriwijaya FC kemudian menggantikannya dengan Iwan Setiawan, pertengahan Februari 2026. Namun, upaya menyelamatkan tim sudah terlambat, karena jarak poin yang terlalu jauh.
Baca Juga : Bobol 15 Gol, Sriwijaya FC Catat Rekor Kekalahan
