Totalsports.id – PSIS Semarang memasuki era baru seiring masuknya investor klub, di tengah sulitnya perjalanan berkompetisi di Pegadaian Championship musim 2025/26.
Ya, sang pahlawan yang ditunggu sekian lama akhirnya datang pada awal putaran 2 ini. Klub Mahesa Jenar secara resmi akan dikendalikan oleh Datu Nova Fatmawati, sebagai investor baru klub mulai Senin (17/11/2025).
Datu Nova sendiri merupakan istri dari CEO Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal. Keduanya menempuh langkah besar dengan mengakuisisi mayoritas saham lebih dari 70 persen di PT Mahesa Jenar Semarang.
Sayang, debutnya sebagai pemimpin kebijakan tertinggi belum berdampak. PSIS justru dihantam 4 gol tanpa balas oleh Persipura Jayapura, ketika Datu Nova beserta keluarga berada di tribun VVIP Stadion Jatidiri Semarang, Selasa (18/11/2025).

Foto : selebrasi gol pemain PSIS Semarang (c)Instagram-psisfcofficial
Perombakan besar-besaran pun segera digulirkan oleh sang investor baru. Terlebih, posisi PSIS saat ini sungguh menyedihkan, karena berada di dasar klasemen Grup 2 dengan hanya mengais 2 angka dari 11 pertandingan.
“Dalam waktu dekat (evaluasi) pemain dan pelatih. Kami sudah bernegosiasi dengan sejumlah pemain dan memasukkan nama mereka saat jendela transfer dibuka,” ucap Datu Nova Fatmawati kepada media selepas laga.
Keduanya juga sempat menemui puluhan suporter PSIS yang menunggu di luar stadion. Dalam sesi tanya jawab, semua pihak sepakat untuk mencari cara bagaimana Mahesa Jenar bisa kembali berprestasi di Championship.
“Kami merangkul semua (kalangan) suporter dan sudah bertemu. Intinya semua ingin kembali agar klub bisa lebih baik ke depannya,” bilang pengusaha asli kelahiran Semarang tersebut.
Baca Juga : Review Pekan 10 Championship : Geliat Tim Unggulan
PSIS Dan Persela Satu Induk

Foto : Fariz Julinar Maurisal bersama Persela Lamongan (c)Instagram-perselafc
Di sisi lain, langkah akuisisi ini membuat kedua klub berada di induk yang sama. Datu Nova Fatmawati menjadi pemegang kebijakan tertinggi di PSIS. sedangkan sang suami, Fariz Julinar Maurisal memimpin Persela Lamongan.
“Tapi saya pastikan, kedua klub tidak akan terpengaruh. Toh, target keduanya juga berbeda (di Championship),” ucap Fariz.
Fariz sendiri menjadi bagian Persela sebagai manajer tim, jelang kompetisi Liga 2 musim 2022/2023 lalu. Dia kemudian mengendalikan penuh sebagai CEO klub berjulukan Laskar Joko Tingkir itu semusim berikutnya.
Bersama Fariz, Persela masih berkompetisi di kasta kedua sepak bola Indonesia. Prestasi terbaik adalah melaju ke babak 8 besar Liga 2 musim 2024/2025 lalu.
Baca Juga : Nestapa PSIS, 4 Kali Kalah Dan Tanpa Suporter
