Totalsports.id – PSS Sleman belum menyudahi periode negatif usai menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Barito Putera pada pekan 25 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Manahan Solo, Senin (3/3/2025).
Kekalahan itu jadi yang ke-6 secara beruntun dialami Gustavo Tocantins dkk. Imbasnya, posisi Super Elang Jawa masih dibayangi degradasi karena terkubur di dasar klasemen dengan 19 poin.
Mengacu 6 kekalahan itu, ada indikasi terjadi masalah dalam hal komunikasi. Terutama melihat bagaimana gol-gol lawan tercipta karena koordinasi yang lemah di pertahanan.
Gol kedua Barito Putera yang dibukukan Lucas Morelatto pada menit 71 jadi contoh. Bagaimana Abduh Lestaluhu tak optimal dalam membangun koordinasi bersama Roberto Pimenta atau Betinho dan Cleberson.
Sedangkan saat dikalahkan Malut United (23/2/2025), tampak Kevin Gomes, Abduh Lestaluhu maupun Betinho juga tak optimal berkomunikasi sehingga bisa dimanfaatkan Diego Martinez menit 68.

Foto : Kevin Gomes dalam sesi latihan tim (c)X-PSSleman
Situasi ini pun disinyalir akibat para pemain PSS saling sungkan dalam komunikasi. Mengutip KBBI, sungkan adalah perasaan segan atau tidak enak hati.
Asumsi ini berdasarkan jarak usia antar bek lokal yang cukup jauh. Achmad Figo baru menginjak 23 tahun, Kevin Gomes 26 tahun, sedangkan seniornya adalah Abdul Lestaluhu (31 tahun) maupun kapten tim, Fachruddin Aryanto (36 tahun).
Bisa jadi, situasi ini sudah terjadi dalam latihan tim sehingga menjalar ketika PSS Sleman bertanding. Namun, asumsi itu ditepis Kevin Gomes dengan menjawab bahwa komunikasi baik-baik saja.
“Komunikasi berjalan baik, kami saling mengingatkan di lapangan. Saya yakin ke depan bisa memperbaiki kesalahan,” bilang Kevin Gomes, bek kiri yang sudah mencatat 22 caps untuk PSS musim ini.
Baca Juga : Lampu Padam Lagi, Persik Buka Opsi Pindah Kandang
Target Berat PSS

Foto : Pieter Huistra (c)XBorneoSMR
Enam kekalahan beruntun jelas membuat situasi PSS Sleman semakin sulit karena baru mengantongi 19 poin dengan 9 pertandingan sisa untuk segera menghindari degradasi.
Pieter Huistra pun sudah berhitung perihal kans timnya untuk keluar dari zona merah. Pelatih PSS kebangsaan Belanda ini sangat optimis timnya tak turun kasta.
“Saya perkirakan tim ini akan aman kalau bisa meraih 35 atau 36 poin. Saya percaya tim ini punya mentalitas yang kuat untuk segera bangkit memenangkan laga lainnya,” beber eks pelatih Borneo FC itu.
Mengacu hitungan itu, maka ada 5 sampai 6 laga yang wajib dimenangkan. Sangat berat, karena PSS masih bertemu Dewa United, Persib Bandung, PSM Makassar hingga Persija Jakarta periode April-Mei mendatang.
Baca Juga : Mengenang Bejo Soegijantoro, Legenda Yang Berpulang
